Friday, January 11, 2013

Reformasi akhlak

Reformasi Akhlak Melalui Ibadah Haji

Agama islam adalah agama yang mengajarkan akhlak mulia, norma-norma kemanusiaan dan keadilan. Ia menanamkan pada jiwa setiap muslim, kewajiban untuk berbudi pekerti baik, bertindak dengan bijak. Jikalau kita mengamati syariat agama kita ini, dari amalan yang paling kecil hingga yang paling besar, niscaya kita akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa setiap ajaran yang diajarkan, bertujuan mewujudkan kemuliaan akhlak dan kesucian jiwa. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan akan hakikat ini dengan jelas dalam sabdanya:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR. Ahmad)
Bila kita membaca siroh (perjalanan hidup) beliau, niscaya akan kita dapatkan wujud nyata dari sabda beliau ini, beliau benar-benar sebagai uswah paling bagus dalam menerapkan akhlak karimah. Sebagai seorang hamba, beliau adalah hamba Allah yang paling mulia akhlaknya, sebagai seorang pemimpin, beliau adalah pemimpin yang paling adil, bijak, dan sabar, sebagai seorang suami, beliau adalah suami yang paling baik terhadap istrinya.
Allah telah memberikan persaksian-Nya akan hal ini dengan berfirman:
وإنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sungguh-sungguh engkau berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qalam: 4)
Bila kita hendak menghitung satu persatu akhlak beliau, niscaya kita akan menghadapi kesulitan, oleh karena itu Aisyah memberikan gambaran yang sangat jelas akan akhlak beliau dengan mengatakan:
كَانَ خُلُقُهُ القُرْآن
“Akhlak beliau adalah Al Quran.”
Kalau kita mempelajari makna “akhlak” lebih mendalam, dengan mengumpulkan dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah yang berhubungan dengan akhlak hasanah, maka kita akan dapatkan bahwa kata “akhlak” memiliki kandungan makna yang sangat luas. Kita akan mendapatkan penjelasan kewajiban berakhlak hasanah dengan Allah ‘azza wa jalla, berakhlak hasanah dengan sesama manusia dengan berbagai macam bentuk dan keyakinan mereka,, berakhlak hasanah dengan diri sendiri, dan berakhlak hasanah dengan makhluk lain, seperti malaikat, jin, binatang dan lain sebagainya.
Inilah hakikat agama islam, yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, sehingga banyak dari mereka beranggapan, bahwa agama islam identik dengan kekerasan, teroris, kaku, dll. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita renungkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
أَكْمَلُ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَاناً أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً
“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dll)
Manasik Haji Cerminan Bagi Akhlak Mulia
Haji adalah salah satu rukun islam, haji adalah ibadah yang tergabung padanya antara amalan badan dan pengorbanan harta, dan haji adalah salah satu ibadah yang paling agung, yang memiliki kandungan makna, dan hikmah yang sangat luas lagi mendalam. Para ulama menyatakan, bahwa haji adalah salah satu madrasah yang sangat agung, untuk menggembleng keimanan seorang muslim.
وأَذِّن فِي النَّاسِ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُم وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِنْ بَهِيمَة الأَنْعَام
“Dan kumandangkanlah ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka, dan agar mereka menyebut Nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al Haj: 27-28)
Ulama mengomentari bahwa yang dimaksudkan dengan kata “menyaksikan manfaat” adalah mendapatkannya, bukan sekedar melihat, akan tetapi mendapatkannya.

Sunday, January 6, 2013




OPTIMALISASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
 WORKING BACKWARD TERHADAP PENINGKATAN
HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI
MAN II BATAM TP.2012/2013



SINOPSIS PENELITIAN

Sebagai syarat untuk memilih judul penelitian skripsi

D
I
S
U
S
U
N


OLEH:
RITA SRI HERYANTI
NPM. 09.05.0.169


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN
 DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
 (UNRIKA) BATAM
2012







I.            Judul Penelitian
Optimalisasi pembelajaran dengan Strategi working backward terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI MAN II Batam TP.2012/2013

II.         Latar belakang pemilihan judul
Belajar adalah sesuatu yang sangat aktual yang dihadapi oleh setiap orang. Untuk itu banyak ahli membahas dan menghasilkan berbagai teori tentang belajar, tetapi yang paling penting adalah pemakaian teori-teori itu dalam praktek kehidupan yang paling cocok dengan situasi dan kondisi yang ada.
Di era globalisasi ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat hingga mendorong masyarakat dunia khususnya di Indonesia untuk mengikuti laju perkembangan tersebut. Untuk itu setiap kita diharapkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya dalam berbagai bidang kehidupan. Sumber daya manusia (SDM) yang sangat diperlukan saat ini adalah SDM yang berkualitas, memiliki kemampuan dan berkreativitas diberbagai bidang terutama dalam bidang pendidikan.
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar, selain sebagai sumber dari ilmu yang lain juga sebagai sarana untuk bernalar, berpikir logis, analis, dan sistematis. Matematika sangat penting sebagai pembimbing pola pikir maupun sebagai pembentuk sikap”. Dengan terbentuknya pola pikir, sikap, nalar yang baik, dan kemampuan dalam melakukan pemecahan masalah-masalah matematika ataupun masalah sehari-hari pada peserta didik merupakan salah satu modal dalam menyiapkan SDM yang berkualitas.
Dari uraian di atas diharapkan siswa mempunyai sikap positif terhadap matematika ataupun pembelajaran matematika itu sendiri. Dengan adanya sikap positif siswa dalam belajar matematika akan membuat prestasi siswa tersebut meningkat. Oleh karena itu dengan meningkatnya prestasi belajar matematika diharapkan akan baiknya daya matematis yang dimiliki oleh siswa, daya matematis tersebut antara lain (1) Kemampuan pemecahan masalah; (2) Kemampuan beragumentasi; (3) Kemampuan berkomunikasi; (4) Kemampuan membuat koneksi; (5) Kemampuan representasi. Penalaran merupakan salah satu dari lima daya matematis tersebut.
Untuk mengatasi kemampuan penalaran matematik siswa yang rendah seorang guru harus mampu menciptakan situasi pembelajaran yang dapat memotifasi siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada merekauntuk menggunakan daya nalarnyasecara optimal. Agar kemampuan penalaran dan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara optimal, siswa harus memiliki kesempatan yang terbuka untuk berpikir dan berkreativitas dalam memecahkan berbagai permasalahan. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah adalah strategi working backward.
Working Backward atau bekerja terbalik merupakan salah satu stategi pemecahan masalah. Dengan memulai dari tujuan, kemudian bekerja terbalik kepada informasi yang diberikan, jika hal ini belum dapat dilakukan, maka dilakukan hal yang sama dan begitu srterusnya hingga semua informasi yang dibutuhkan diperoleh.

;;